Banyak bisnis owner, apalagi UMKM, yang berpikir selama kita memberikan instruksi yang jelas, maka komunikasi akan berjalan lancar. Padahal komunikasi selalu terjadi dalam 2 arah, bukan searah. Menyatakan sesuatu dengan jelas belum tentu membuat anggota tim memahami apa yang dimaksud. Karena setiap individu memiliki gaya komunikasi uniknya masing-masing.
Berikut 3 penyebab utama arahan Anda tidak ditangkap baik oleh tim Anda:
1 Memberikan Arahan Tanpa Menanyakan Feedback
Ketika anggota tim diam atau mengangguk, itu bukan berarti mereka memahami dan mengerti apa yang diarahkan oleh kita. Dalam budaya timur, diam dan mengangguk adalah cara seseorang menghormati orang yang sedang bicara. Orang yang diam belum tentu benar-benar menyimak apa yang kita katakan. Sementara mengangguk bukan berarti setuju.
Karena dari itu setelah memberikan arahan pastikan Anda untuk bertanya kepada anggota tim yang Anda anjak bicara. Bukan hanya bertanya "kamu paham?" Namun, tanyakan "Apa saja poin yang kamu dapat dari apa yang saya ucapkan?" Atau "Tolong ulangi apa saja instruksi yang baru saja saya berikan."
Ini membuat Anda dapat mengetahui siapa saja yang menyimak dan siapa yang tidak. Pun Anda jadi tahu bagian mana saja yang sudah mereka tangkap dengan baik dan bagian mana yang belum sepenuhnya bisa mereka cerna.
2 Berbicara Menggunakan "Gaya Dominan Indra" Saya
Secara garis besar manusia memiliki gaya dominan belajar menggunakan 3 indra yaitu; Visual, Auditori, dan Kinestetik. Setiap gaya dominan punya cara berkomunikasinya masing-masing. Diperkirakan mayoritas manusia memiliki gaya dominan visual yaitu antara 60-70%. Sementara yang paling sedikit adalah kinestetik yaitu 10-15%.
Orang dengan gaya dominan visual memiliki ciri: Berbicara dengan cepat, mudah paham jika melihat gambar atau alat visual lainnya, suka mencatat, dan penampilan sangat rapi atau modis. Kata-kata yang sering digunakan: Lihat, menurut pandangan saya, cerah, redup, atau gambarannya.
Saat berbicara dengan orang dengan gaya dominan visual pastikan kita menunjukkan gambar agar mereka mudah memahami apa yang kita maksud.
Orang dengan gaya dominan auditori memiliki ciri: Berbicara agak lambat, intonasi mendayu seperti sedang bernyanyi, sangat peka terhadap suara, suka berdiskusi, dan penampilan cukup rapi. Kata-kata yang sering digunakan: Dengar, merdu, suara di kepala saya, atau keras.
Saat berbicara dengan orang dengan gaya dominan auditori jaga kecepatan bicara, jangan terlalu cepat karena mereka akan sulit menangkap. Ajak mereka berdiskusi agar terjadi pembicaraan 2 arah.
Sementara orang dengan gaya dominan kinestetik memiliki ciri: Berbicara sangat lambat, peka terhadap rasa, mudah menangkap jika dicontohkan atau praktikkan, dan mereka tidak terlalu peduli dengan modis, mereka mengenakan apa yang dirasa nyaman oleh mereka. Karena dari itu orang dengan gaya dominan kinestetik terkadang terlihat kurang rapi. Kata-kata yang sering digunakan: Saya rasa, tajam, atau dingin.
Saat berbicara dengan orang dengan gaya dominan kinestetik, bicaralah dengan lambat sembari menunjukkan apa yang perlu mereka lakukan. Mereka mudah memahami arahan jika langsung dipraktikkan saat itu juga.
3 Arahan Terlalu Panjang
Semakin kesini kemampuan fokus manusia semakin berkurang. Ketika kita memberikan arahan terlalu panjang yang terjadi tim akan kehilangan fokus dan tidak menangkap pesan Anda dengan baik. Karena dari itu pastikan Anda memberikan arahan secara 'singkat, padat, dan jelas!' To the point jangan bertele-tele. Semakin singkat semakin baik.
Dari 3 point di atas, mana yang belum Anda lakukan?